Place 728 x 90 Ad Here

Saturday, March 14, 2009

Negara di Seluruh Dunia Bersatu Lawan Cybercrime

WASHINGTON - Makin tingginya kejahatahan cyber di dunia, yang bisa berakibat hilangnya data-data penting, membuat banyak negara di penjuru dunia berbondong-bondong masuk ke dalam wadah yang dapat memberikan reaksi cepat bila terjadi kasus cybercrime.

"Sebanyak 56 negara kini sudah bergabung dengan jaringan bernama 24/7. Di wadah ini seluruh anggota yang tergabung, memiliki keamanan di komputernya sesuai standar. Mereka pun bisa saling meminta bantuan dengan sesama anggota negara lain," jelas Christopher Painter, Asisten Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) divisi Cyber, seperti yang dikutip PC World, Sabtu (14/3/2009).

Menjadi bagian dari jaringan ini juga memungkinkan sebuah perjanjian tentang perjanjian cybercrime yang mana bisa menjadi perjanjian internasional. Dari perjanjian inilah dapat menentukan dan mengikuti perjanjian internasional di negara-negara lain yang membuat undang-undang anticybercrime.

Dari 47 negara yang merupakan bagian dari Dewan Eropa, 24 telah meratifikasi perjanjian, dan 23 lainnya telah menandatangani tetapi sedang menunggu pertimbangan dari pemerintahan setempat untuk mengesahkan itu. Sedangkan negara-negara di luar dewan diundang, sehingga mereka memiliki hukum nasional sesuai dengan perjanjian.

"Jaringan 24/7 ini dimaksudkan untuk meningkatkan koordinasi aparat penegak hukum antarnegara, seperti penipuan dan pembobolan situs Internet, yang seringkali dijalankan dengan menggunakan jaringan komputer terletak di seluruh dunia," tandas Christhoper. (srn)

Unibraw Kerja Sama Pendampingan Varietas Tanaman

Jum'at, 13 Maret 2009 - 19:09 wib

MALANG - Pusat Kajian dan Pelayanan Pemuliaan Tanaman (PKPT) Fakultas Pertanaian Universitas Brawijaya, kembali melakukan kerja sama pendampingan dalam pelepasan varietas tanaman dengan perusahaan benih.

Penandatangan kerja sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Pertania Prof Ir Sumeru Ashari dengan Direktur PT Agri Makmur Pertiwi yang berkantor pusat di Tangerang. Sebagai pemulia pendamping adalah ketua PKPT Prof Dr Ir Kuswanto yang akan mendampingi proses pelepasan varietas mentimun dan melon.

Menurut Kuswanto, seperti dirilis www.brawijaya.ac.id, Jumat (13/3/2009), pihaknya telah melakukan kerja sama serupa dengan beberapa perusahaan swasta. Sejak tahun 2007 dilakukan pendampingan proses pelepasan dengan PT Jagung Hibrida Sulawesi Jember, yang melepas jagung manis dengan pemulia pendamping Budi Baluyo.

Setahun kemudian dilakukan pula pendampingan dengan PT BISI Kediri, dan telah berhasil dilepas varietas Terong Putih dan Gambas, dengan pemulia pendamping Dr Ir Damanhuri.

Pada tahun yang sama, juga dilakukan pendampingan dengan PT Agri Makmur Pertiwi dalam proses pelepasan semangka, dengan pemulia pendamping Prof Dr Ir Kuswanto. PKPT adalah salah satu pusat kajian milik Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang beranggotakan para dosen di Laboratorium Pemuliaan Tanaman. (//ram)

JK Akan Hadiri Forum Rembug Nasional Mahasiswa

Sabtu, 14 Maret 2009 - 11:09 wib

YOGYAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) siang nanti dijadwalkan akan menghadiri Forum Rembug Nasional (FRN) Mahasiswa dan Alumni Pascasarjana di Hotel Sheraton Yogyakarta.

Menurut Ketua Panitia FRN, Musdalifah Dachrud, Wapres Jusuf Kalla nantinya akan menjadi keynote speaker dalam acara yang mengambil tema Kepemimpinan Nasional: Tantangan, Peluang, dan Harapan untuk Indonesia.

"Sebagai keynote speaker pak Wapres Jusuf Kalla. Siang pukul 13.00 dijadwalkan akan hadir," jelas Musdalifah di sela-sela FRN di Sheraton Hotel Yogyakarta, Sabtu (14/3/2009).

Dia menerangkan selain Jusuf Kalla, acara nanti juga akan dihadiri oleh Fadel Muhammad serta Sri Sultan HB X. Sebab setelah acara di Sheraton, JK juga akan melakukan temu kader Golkar di Hotel Saphir dengan kapasitasnya sebagai Ketua Umum Golkar.

Musdalifah menjelaskan kegiatan ini nantinya diharapkan dapat membangun jaringan antarmahasiswa pascasarjana dari seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke terutama untuk mengkomunikasikan masalah bangsa yang berkaitan dengan dunia akademik.

"Ini kami anggap penting karena mahasiswa merupakan pilar dan pelaksana dalam perubahan positif khususnya berkaitan dengan kepemimpinan," katanya.

Pertemuan yang dihadiri para profesional, ilmuwan dan teknokrat tersebut sebelumnya juga telah diselenggarakan Diskusi Panel FRN, Munas Forum Wacana Indonesia (FWI) serta temu alumni mahasiswa pascasarjana se Indonesia. Acara ini juga didukung beberapa perguruan tinggi seperti UNY, UII serta UIN Sunan Kalijaga.

Dari pantauan persiapan menyambut kedatangan JK telah nampak di Hotel Sheraton serta Saphir khususnya pengamanan dari aparat TNI serta kepolisian. (Satria Nugraha/Trijaya/mbs)

My Insta